Aji Bala Sewu

Aji Bala Sewu merupakan Ilmu Kejawen yang memiliki keutamaan untuk melindungi atau mempertahankan diri, baik dalam perkelahian fisik maupun pertempuran gaib.

Deskripsi

Kata seribu dalam bahasa Jawa disebut sewu. Disebut Aji Bala Sewu karena kekuatannya berasal dari bantuan seribu khodam yang mengawal pengamalnya. Dengan menguasai Aji Bala Sewu, seseorang akan didampingi pasukan seribu khodam yang selalu siap melindunginya dari segala ancaman dan mara bahaya. 

Manfaat

  1. Dengan bantuan pasukan seribu khodam, seseorang akan mudah mengalahkan atau menundukkan lawan yang menyerang. 
  2. Musuh atau lawan yang berupaya menyakiti tidak akan bisa menembus dinding pertahanan yang digawangi seribu khodam sekaligus. Sebaliknya, mereka justru akan melarikan diri dalam keadaan ketakutan.
  3. Apabila musuh menggunakan kekuatan gaib tertentu, maka ia akan seketika tidak berdaya karena melihat bala tentara seribu khodam yang di matanya tampak sangat menyeramkan dan seakan siap menyerang.   
  4. Aji Bala Sewu akan menjadi pertahanan yang mumpuni dalam menghadapi berbagai situasi kurang mengenakkan
  5. Bala pasukan seribu khodam akan melindungi dari serangan gaib dan serangan fisik, baik yang dilakukan secara mendadak maupun yang telah direncanakan sebelumnya
  6. Pancaran energi seribu khodam akan membuat orang yang berniat jahat mengurungkan niatnya
  7. Makhluk-makhluk halus yang berniat menjahati atau menjahili akan ketakutan dan lari terbirit-birit dengan sendirinya karena ketakutan pada bala pasukan seribu khodam

Mitos Aji Bala Sewu

Dalam masyarakat, ada beberapa kepercayaan dengan Aji Bala Sewu. Katanya pemilik ajian ini makannya sangat lahap dan banyak, bahkan terlampau tidak masuk akal untuk ukuran manusia. Sebab secara tidak kasat mata dia juga harus memberi makan seribu khodamnya. Ada pula anggapan bahwa pemilik Aji Bala Sewu hidupnya akan selalu kesusahan secara finansial. Seret rezeki, mereka bilang. Sebab ia harus membagi rezeki itu dengan seribu khodam yang menjaga dan melindunginya.

Kedua anggapan tersebut, dan mungkin juga anggapan-anggapan negatif lainnya, tidak akan menjadi kenyataan jika mendapatkan bimbingan dari guru ilmu kejawen yang tepat. Sebab pada dasarnya guru ilmu kejawen yang baik akan menurunkan suatu ilmu tanpa membebani si penerima ilmu ini dengan efek samping dan resiko-resiko yang sebenarnya tidak perlu dan cenderung menyulitkan hidup si pemilik ilmu.

Referensi

https://ilmukejawen.com/?aji-bala-sewu

Bagikan informasi ke teman-teman melalui
Sidebar